Selasa, 14 Januari 2014

cerita fiksi, karangan dunia khayalku :)



Jarak dan LDR :')  

*lanjutan dari yang sebelumnya :) 

Sampai pada bulan ke sebelas, aku sudah merasa di ujung jurang, entah aku harus melompat, melepaskan diriku dari jeratan hubungan jarak jauh yang sudah seperti kawat berduri ini, dan membiarkan diriku untuk terhempas jatuh ke jurang yang tak berdasar itu ? tentu saja aku memilih untuk mundur dan membiarkan diriku untuk semakin terjerat, aku ingin mempertahankan semuanya ini, ini mungkin baru awal, aku tidak ingin menyerah, ini baru ujian pertama dari serangkaian ujian – ujian yang akan kita hadapi untuk mencapai tujuan kita, ayo sayang semangat!
Aku semakin optimis, aku tahu rasa itu masih ada, tidak terganti, hanya sedikit mengalami perubahan, seiring dengan berlangsungnya proeses adaptasi kita, adaptasi kondisi dan keadaan yang dulu dengan yang sekarang, memang dirasa agak lama, tapi itu bukan menjadi masalah, mungkin kita adalah sepasang kekasih yang sama – sama memerlukan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan keadaan yang kita alami sekarang, dan mungkin cara kita lebih ekstrim dari biasanya, dan dari yang kebanyakan orang lain lakukan.
        Aku hanya perlu sedikit bersabar dan menekan sifat egoisku, lebih mengerti dengan keadaannya, aku tidak bisa memaksakan kehendakku saja, lebih mengalah dan saling kompromi, bukankah cinta itu perlu sebuah kompromi? saling menerima satu sama lainnya, mampu menerima dan bersabar menghadapi keadaan serta masalah yang datang, di situlah cinta bisa di selipkan kata “sejati”, karena mampu melewati semua ujian yang dihadapi, cinta merekapun bertambah kuat dan kokoh. aku harap kita bisa seperti itu sayang :’)
        Bulan ke 12, ya tepat 1 tahun hubungan kita. Ini adalah hari jadi kita yang ke pertama, sudah dari seminggu yang lalu aku siapkan kejutan untuk Anniversarry kita yang pertama ini, aku sudah siapkan kata – kata manis yang akan ku ucapkan untukmu, aku sudah menyiapkan album foto yang di dalamnya ada berbagai foto kita dulu, aku harap kamu suka, aku tidak sabar ingin mengirimnya dan menunggu balasan darimu, entah apa yang akan kamu berikan untukku, yang jelas aku menunggumu, aku begitu bahagia menuggu moment itu. Tiba pada hari itu, tepat jam 00.00 menuju hari jadi kita, aku menuggu pesan darimu untuk mengucapkannya lebih dulu, seperti yang biasa kamu lakukan. hmmmsudah lewat 5 menit… ahh aku saja yang lebih dulu, apa salahnya mengucapkannya lebih dulu, toh dia mungkin juga menungguku mengucapkannya lebih dulu, lalu aku kirim pesan itu :


pesan itu akhirnya terkirim, aku menunggu untuk mendapatkan ucapan balasan dari dia, aku menuggu hingga hampir subuh, akupun sudah mulai mengantuk, aku dan akhirnya aku tertidur sambil memegang ponselku berharap dia membalas pesanku. Mungkin dia kecapean setelah sibuk seharian jadi dia sudah tertidur lebih dulu, aku tetap berpikir positif saja J
        Pagi datang, aku terbangun dari tidurku, aku segera mengecek ponselku akhirnya ada pesan darinya :
Akhirnya kamu membalasnya, aku kira kamu sudah lupa, ternyata kamu ingat. Akupun sudah mengirim hadiah kejutan yang telah aku buat, semoga kamu suka ya sayang, aku tahu kamu sibuk di sana, jadi mungkin kamu tidak sempat menyiapkan hadiah untukku, aku mengerti kok, tenang saja sayang {}. Di hari itu aku dan dia berhubungan seperti biasa, aku menelfonnya seperti beberapa bulan yang lalu, kita berbincang seharian, aku senang kita bisa seperti ini, aku berharap kita bisa terus seperti ini, tidak ada miss komunikasi seperti beberapa bulan terakhir.
        2 bulan kemudian
        sayang.. kamu kenapa? aku ada salah ya? please balas sms aku.
        sayang.. jangan lupa makan ya, jaga kesehatanmu,
        walaupun kamu sibuk, aku tetap menunggumu {}
        sayang..
        sayang..
        sayang, kamu lagi dimana?
2 bulan sudah kamu tidak ada kabar, entah kamu sedang di luar, sedang kuliah, atau sedang asyik dengan segudang aktiviasmu, entahlah aku tidak tahu. Kamu mungkin saja bisa dengan cara ini menguji kesabaranku atau ingin membuatku semakin terluka oleh sifatmu. Terserah sih, aku sayang kamu dengan tulus tanpa syarat, aku selalu sabar menghadapi sifatmu yang seperti ini, tinggal tunggu saja sampai mana batas kesabaranku. Aku wanita yang punya batas kesabaran sih, jadi kamu yang sekarang giliran untuk mengerti diriku, bukankah begitu? :)
aku tinggal lebih banyak bersabar, dan menunggu sampai kuota kesabaranku habis, karena wanita tidak hanya terus – terusan bisa bersabar :)