Jarak dan LDR :')
*lanjutan dari yang sebelumnya :)
Sampai pada
bulan ke sebelas, aku sudah merasa di ujung jurang, entah aku harus melompat,
melepaskan diriku dari jeratan hubungan jarak jauh yang sudah seperti kawat
berduri ini, dan membiarkan diriku untuk terhempas jatuh ke jurang yang tak
berdasar itu ? tentu saja aku memilih untuk mundur dan membiarkan diriku untuk
semakin terjerat, aku ingin mempertahankan semuanya ini, ini mungkin baru awal,
aku tidak ingin menyerah, ini baru ujian pertama dari serangkaian ujian – ujian
yang akan kita hadapi untuk mencapai tujuan kita, ayo sayang semangat!
Aku semakin
optimis, aku tahu rasa itu masih ada, tidak terganti, hanya sedikit mengalami
perubahan, seiring dengan berlangsungnya proeses adaptasi kita, adaptasi
kondisi dan keadaan yang dulu dengan yang sekarang, memang dirasa agak lama,
tapi itu bukan menjadi masalah, mungkin kita adalah sepasang kekasih yang sama
– sama memerlukan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan keadaan yang kita
alami sekarang, dan mungkin cara kita lebih ekstrim dari biasanya, dan dari
yang kebanyakan orang lain lakukan.
Aku hanya perlu sedikit bersabar dan
menekan sifat egoisku, lebih mengerti dengan keadaannya, aku tidak bisa
memaksakan kehendakku saja, lebih mengalah dan saling kompromi, bukankah cinta
itu perlu sebuah kompromi? saling menerima satu sama lainnya, mampu menerima
dan bersabar menghadapi keadaan serta masalah yang datang, di situlah cinta
bisa di selipkan kata “sejati”, karena mampu melewati semua ujian yang
dihadapi, cinta merekapun bertambah kuat dan kokoh. aku harap kita bisa seperti
itu sayang :’)
Bulan ke 12, ya tepat 1 tahun hubungan
kita. Ini adalah hari jadi kita yang ke pertama, sudah dari seminggu yang lalu
aku siapkan kejutan untuk Anniversarry kita yang pertama ini, aku sudah siapkan
kata – kata manis yang akan ku ucapkan untukmu, aku sudah menyiapkan album foto
yang di dalamnya ada berbagai foto kita dulu, aku harap kamu suka, aku tidak
sabar ingin mengirimnya dan menunggu balasan darimu, entah apa yang akan kamu
berikan untukku, yang jelas aku menunggumu, aku begitu bahagia menuggu moment
itu. Tiba pada
hari itu, tepat jam 00.00 menuju hari jadi kita, aku menuggu pesan darimu untuk
mengucapkannya lebih dulu, seperti yang biasa kamu lakukan. hmmmsudah lewat 5
menit… ahh aku saja yang lebih dulu, apa salahnya mengucapkannya lebih dulu,
toh dia mungkin juga menungguku mengucapkannya lebih dulu, lalu aku kirim pesan
itu :
pesan itu
akhirnya terkirim, aku menunggu untuk mendapatkan ucapan balasan dari dia, aku
menuggu hingga hampir subuh, akupun sudah mulai mengantuk, aku dan akhirnya aku
tertidur sambil memegang ponselku berharap dia membalas pesanku. Mungkin dia
kecapean setelah sibuk seharian jadi dia sudah tertidur lebih dulu, aku tetap
berpikir positif saja J
Pagi datang, aku terbangun dari tidurku,
aku segera mengecek ponselku akhirnya ada pesan darinya :
Akhirnya kamu
membalasnya, aku kira kamu sudah lupa, ternyata kamu ingat. Akupun sudah
mengirim hadiah kejutan yang telah aku buat, semoga kamu suka ya sayang, aku
tahu kamu sibuk di sana, jadi mungkin kamu tidak sempat menyiapkan hadiah
untukku, aku mengerti kok, tenang saja sayang {}. Di hari itu aku dan dia
berhubungan seperti biasa, aku menelfonnya seperti beberapa bulan yang lalu,
kita berbincang seharian, aku senang kita bisa seperti ini, aku berharap kita
bisa terus seperti ini, tidak ada miss komunikasi seperti beberapa bulan
terakhir.
2 bulan kemudian
sayang.. kamu kenapa? aku ada salah ya?
please balas sms aku.
sayang.. jangan lupa makan ya, jaga
kesehatanmu,
walaupun kamu sibuk, aku tetap menunggumu {}
walaupun kamu sibuk, aku tetap menunggumu {}
sayang..
sayang..
sayang, kamu lagi dimana?
2 bulan sudah
kamu tidak ada kabar, entah kamu sedang di luar, sedang kuliah, atau sedang
asyik dengan segudang aktiviasmu, entahlah aku tidak tahu. Kamu mungkin saja
bisa dengan cara ini menguji kesabaranku atau ingin membuatku semakin terluka
oleh sifatmu. Terserah sih, aku sayang kamu dengan tulus tanpa syarat, aku
selalu sabar menghadapi sifatmu yang seperti ini, tinggal tunggu saja sampai
mana batas kesabaranku. Aku wanita yang punya batas kesabaran sih, jadi kamu
yang sekarang giliran untuk mengerti diriku, bukankah begitu? :)
aku tinggal lebih banyak bersabar, dan menunggu
sampai kuota kesabaranku habis, karena wanita tidak hanya terus – terusan bisa
bersabar :)