Kamis, 01 Mei 2014

cerita fiksi hasil buah khayalanku



Kamu.. iya kamu

Jam 06.00    -Aku masih saja terbaring mlam di dalam kasur , sambil mendengarkan lagu – lagu favorit, salah satunya lagu dari The Pogues – love you ‘till the end , semakin menambah kemalasanku untuk bangun, enggan rasanya badan ini untuk beranjak bangun untuk segera bergegas untuk ke sekolah, badanku terasa berat, kasur  ini berhasil menarikku, aku merasakan kehangatan di peluk oleh selimut kesayangan, “hmmm .. 10 menit lagi ya” gumamku sambil menarik selimutku lagi dan memejamkan mata. Itu sudah menjadi kebiasaanku, aku rasa aku terlambat lagi hari ini.
Matahari sudah semakin tinggi, menusuk kedua bola mataku dalam dengan sinarnya, membangunkanku, dan memaksaku untuk segera beranjak dari pulau kasurku, melepaskan pelukan selimutku untuk segera mandi dan bergegas untuk pergi kesekolah selagi belum terlambat. Sebenarnya  aku sengaja bangun siang agar tidak sekolah hari ini, tapi aku baru ingat kalau hari ini ada ulangan Matematika,  tentu aku tidak ingin menyusul ulangan sendiri, pada siapa aku bertanya nanti jika aku tidak tahu harus menjawab apa? Walaupun aku lemah sekali dalam pelajaran hitung menghitung, tentu aku harus sedikit lebih rajin untuk mengikuti pelajaran tersebut.
Hari ini untung saja aku datang 5 menit lebih awal dari biasanya, sebelum kena damprat oleh guru BP yang kerap berada di depan untuk memberikan jatah pada muridnya yang terlambat.  Hari ini aku terselamatkan dari jatah yang sering aku terima dari guru BP tercinta :* . mungkin sebagian besar dari siswa yang terlambat itu mempunyai alasan yag sama sepertiku, yaitu : malas untuk beranjak dari tempat tidur, dipaksa untuk meninggalkan kasur empuknya, apalagi di temani oleh kenangan masa lalu oleh sang mantan, *ups!  untuk para kaum jones saja ya .
Lagian buat apa harus datang pagi kesekolah, berdandan yang perfect lah, baju seragam yang sudah banyak termodifikasi, tambahan jaket modis, tas keren, ditambah sepatu bermerk dan gadget canggih dalam gemgaman, semuanya serba brand terkenal. Dengan tebaran senyum dimana – mana, sekedar untuk menarik perhatian atau menyapa  semua orang agar terlihat ramah dan menyenangkan.  Tidak sepertiku yang terkesan cuek, suram tanpa gairah , seperti manusia  yang hidup enggan mati tak mau that's me!. Aku yang datang dengan mata yang masih ingin terus terpejam , wajah suram, dasar jomblo.
Di tengah – tengah lamunanku sembari berjalan memasuki kelas, lamunanku pecah di pojok tangga itu. Senyum itu, tatapan mata itu, seperti memberikan semangat lagi. Dia manusia ramah tersebut memompa kembali energiku, dialah yang membuatku begitu semangat untuk sekolah, walaupun dengan segala jenis keluhan di pagi harinya. Tapi dia yang berhasil membangkitkan semangatku lagi, dia begitu manis, ramah, dan mata yang ekpresif membuatku behasil tersenyum – senyum sendiri. Sekian kali aku melihatnya , sekian kalinya juga aku hanya sekedar lewat saja dengan wajah bodoh yang hanya bisa tersenyum – senyum ketika saling menatap tanpa aku tahu siapakah dia. Yang aku tahu di di pojok tangga itu senyum ramahmu selalu memompa kembali energiku.
Kamu .. iya kamu yang tak bisa kau jelaskan kenapa bisa kamu yang membuat semuanya bertemakan tentang kamu. Aku heran kamu itu terbuat dari apa? Kenapa kamu bisa membuat mataku seketika terbuka lebar ketika  melihat rupa dirimu, apakah kamu terbuat dari kafein? Atau terbuat dari vitamin C dosis tinggi?  Karena sejak pertama kali aku bertemu dengan dirimu kamu datang kedalam setiap mimpiku, kamu adalah hal yang tidak pernah bosan aku pikirkan, tidak pernah berhenti aku tulis, tidak pernah berhenti untuk ku bayangkan dan tidak pernah berhenti untuk selalu tersenyum untukku.  Kamu sosok yang belum aku kenal di pojok tangga itu, kamu .. iya kamu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar