Kamu.. iya kamu
Jam 06.00 -Aku masih saja terbaring mlam di dalam
kasur , sambil mendengarkan lagu – lagu favorit, salah satunya lagu dari The
Pogues – love you ‘till the end , semakin menambah kemalasanku untuk bangun,
enggan rasanya badan ini untuk beranjak bangun untuk segera bergegas untuk ke
sekolah, badanku terasa berat, kasur ini
berhasil menarikku, aku merasakan kehangatan di peluk oleh selimut kesayangan,
“hmmm .. 10 menit lagi ya” gumamku sambil menarik selimutku lagi dan memejamkan
mata. Itu sudah menjadi kebiasaanku, aku rasa aku terlambat lagi hari ini.
Matahari sudah semakin
tinggi, menusuk kedua bola mataku dalam dengan sinarnya, membangunkanku, dan
memaksaku untuk segera beranjak dari pulau kasurku, melepaskan pelukan
selimutku untuk segera mandi dan bergegas untuk pergi kesekolah selagi belum
terlambat. Sebenarnya aku sengaja bangun
siang agar tidak sekolah hari ini, tapi aku baru ingat kalau hari ini ada
ulangan Matematika, tentu aku tidak
ingin menyusul ulangan sendiri, pada siapa aku bertanya nanti jika aku tidak
tahu harus menjawab apa? Walaupun aku lemah sekali dalam pelajaran hitung
menghitung, tentu aku harus sedikit lebih rajin untuk mengikuti pelajaran
tersebut.
Hari ini untung saja
aku datang 5 menit lebih awal dari biasanya, sebelum kena damprat oleh guru BP
yang kerap berada di depan untuk memberikan jatah pada muridnya yang
terlambat. Hari ini aku terselamatkan
dari jatah yang sering aku terima dari guru BP tercinta :* . mungkin sebagian
besar dari siswa yang terlambat itu mempunyai alasan yag sama sepertiku, yaitu
: malas untuk beranjak dari tempat tidur, dipaksa untuk meninggalkan kasur
empuknya, apalagi di temani oleh kenangan masa lalu oleh sang mantan,
*ups! untuk para kaum jones saja ya .
Lagian buat apa harus
datang pagi kesekolah, berdandan yang perfect lah, baju seragam yang sudah
banyak termodifikasi, tambahan jaket modis, tas keren, ditambah sepatu bermerk
dan gadget canggih dalam gemgaman, semuanya serba brand terkenal. Dengan
tebaran senyum dimana – mana, sekedar untuk menarik perhatian atau menyapa semua orang agar terlihat ramah dan
menyenangkan. Tidak sepertiku yang
terkesan cuek, suram tanpa gairah , seperti manusia yang hidup
enggan mati tak mau that's me!. Aku yang datang dengan mata yang masih
ingin terus terpejam , wajah suram, dasar jomblo.
Di tengah – tengah
lamunanku sembari berjalan memasuki kelas, lamunanku pecah di pojok tangga itu.
Senyum itu, tatapan mata itu, seperti memberikan semangat lagi. Dia manusia
ramah tersebut memompa kembali energiku, dialah yang membuatku begitu semangat
untuk sekolah, walaupun dengan segala jenis keluhan di pagi harinya. Tapi dia
yang berhasil membangkitkan semangatku lagi, dia begitu manis, ramah, dan mata
yang ekpresif membuatku behasil tersenyum – senyum sendiri. Sekian kali aku
melihatnya , sekian kalinya juga aku hanya sekedar lewat saja dengan wajah
bodoh yang hanya bisa tersenyum – senyum ketika saling menatap tanpa aku tahu
siapakah dia. Yang aku tahu di di pojok tangga itu senyum ramahmu selalu
memompa kembali energiku.
Kamu .. iya kamu yang
tak bisa kau jelaskan kenapa bisa kamu yang membuat semuanya bertemakan tentang
kamu. Aku heran kamu itu terbuat dari apa? Kenapa kamu bisa membuat mataku
seketika terbuka lebar ketika melihat rupa
dirimu, apakah kamu terbuat dari kafein? Atau terbuat dari vitamin C dosis
tinggi? Karena sejak pertama kali aku
bertemu dengan dirimu kamu datang kedalam setiap mimpiku, kamu adalah hal yang
tidak pernah bosan aku pikirkan, tidak pernah berhenti aku tulis, tidak pernah
berhenti untuk ku bayangkan dan tidak pernah berhenti untuk selalu tersenyum
untukku. Kamu sosok yang belum aku kenal
di pojok tangga itu, kamu .. iya kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar