Minggu, 29 September 2013

tulisan kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting


Finally, I can move on
sekitar akhir bulan Juni 2013

 Ya, kembali ke dalam keterpurukanku akibat masa lalu, aku berjuang untuk bangkit dan kembali menjalani hari hariku sama seperti di saat aku belum bertemu dan mengenalnya. Sama di saat aku masih menjalani hidupku yang normal normal saja tanpa dia yang masuk dan mengusik ketentraman hidupku yang pasif ini. Ya, aku akui dirimu memberi warna di hidupku, mulai dari warna yang cerah yang menyenangkan, warna yang menyejukkan, warna yang menggairahkan semangat hidupku, dan pada akhirnya kau memberiku warna yang suram, gelap, warna yang campur aduk menjadi satu, merubah semuanya menjadi berwarna suram pekat dan akhirnya berwarna hitam dan gelap. Begitulah gambaran hidupku olehmu. Dari sanalah aku belajar bangkit dari keterpurukan itu, memang susah awalnya tapi aku coba untuk bangkit,
 • mulai dari mencari kesibukan lain, karena dari sanalah aku bisa lupa sejenak dan tidak memikirkan dirinya, akusampai mengikuti berbagai macam kegiatan yang sangat menyita waktuku, hanya karena agar aku tidak memikirkanmu, 
menghilangkan kebiasaan untuk “ stalker “ semua tentang kehidupannya , dengan cara tidak on sama sekali di social media dalam bentuk apapun, 
hang out dengan sahabat sahabat tercinta ke tempat tempat yang menyenangkan, seperti toring ke dareah daerah pegunungan dan pantai, di sana aku bisa berteriak sepuas puasnya dan merefreshkan pikiranku, karena sahabatku saat ini memang benar benar membantuku untuk bangkit dari keterpurukan, enjoy dengan teman teman dan anda akan menemukan kesenangan dan semangat baru kembali” itu menurut bererapa kutipan di internet tentang cara move on 
 • tidak mengisi pulsa handphone, itu akan menekan keinginanku untuk menghubungi dirinya. Menghubungi dirinya hanya akan membuatku sakit lebih dalam akan sikap acuh dan dinginnya yang menghancurkan hatiku,
menuliskan semua isi di hatiku, semua keluh kesahku, dan semua harapanku di dalam sebuah kertas kecil yang nantinya akan ku masukkan ke dalam sebuah kotak kecil, kotak itu aku sebut dengan kotak impian,
yang terakhir adalah membuka hati untuk cinta yang baru,
  dari sekian banyak cara yang kutuliskan, hanya beberapa cara yang bisa kulaksanakan, mencari kesibukan lain adalah caraku yang paling ampuh saat itu, aku mencari kesibukan lain yang sebenarnya hanya menyiksa fisikku, karena saat itu aku benar benar sibuk, kurang istirahat dan akhirnnya aku jatuh sakit. Caraku yang paling ampuh sekaligus paling konyol yang aku lakukan. Aku perlahan mulai meninggalkan kesibukan itu dan kembali menjadi diriku yang biasa.. Setiap malam aku menghabiskan waktuku untuk merenung di kamar yang sudah tidak kauran kondisinya seperti apa karena jarang ku perhatikan, aku habiskan waktukku dengan memandangi wajah sang bulan dan gemerlap si bintang kecil sambil berbincang bincang dengan mereka dalam hati, diiringi lagu dari penyannyi favoritku Bruno Mars talking to the moon yang kuputar sepanjang malam,
I’m feeling like I’m famous The talk of the town 
They say I’ve gone mad 
Yeah, I’ve gone mad
 But they don’t know what I know 
 Cause when the sun goes down 
 Someone’s talking back Yeah, they’re talking back ~
 Do you ever hear me calling? 
 Talking to the moon m, try to get to you, 
 In hopes you’re other side,talking to me too . 
 Itulah sedikit penggalan dari lagu Bruno mars , yang mengalun sepanjang malam hingga menemani tidurku. Aku tidak habis pikir bagaimana caranya aku agar bisa bangkit dari keterpurukan ini. Hari demi hari aku lewati dengan biasanya, tetap menjalani dan menikmati kesendirian ini, aku berjuang pada saat itu. Melakukan hal hal yang normal normal saja, aku tidak menghubungi dirinya sama sekali, aku enjoy dengan kegiatanku dan dengan temanku saat itu Hingga tiba saatnya aku bisa bangkit dan menjadi manusia yang bebas dan lepas. Jika bisa diungkapkan dengan cara terbang, aku akan terbang tinggi hingga langit yang tertinggi dan berteriak “ finally!!! I can move on from you!! , good bye baby I don’t need you anymore!! “ aku akan berteriak itu dengan lantang, perjuangannku selama ini tidak sia sia, good bye you, thanks for all, you’re cool .

Kamis, 26 September 2013

tulisan kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting


Coba dengar aku


Aku , ya aku seorang gadis remaja yang seperti layaknya gadis remaja yang lain , tidak ada yang menarik dari diriku , dan aku merasa aku biasa biasa saja. Tidak berfikir sedikitpun bahwa akan ada yang menyukaiku bahkan mencintaiku degan tulus. Jauh .. ya itu harapan yang jauh , karena menurutku hal itu akan terwujud jika dunia akan menunjukkan keadilannya  padaku, karena selama ini berkali kali aku jatuh cinta , berkali kali juga aku patah hati , cintaku di gantung bebas , bertepuk sebelah tangan , atau bahkan cinta yang tak terbalaskan dan di tinggalkan. Berkali kali aku jatuh cinta , berkali kali juga aku harus mengumpulkan serpihan hati yang telah hancur ini ke tempat semula. Dan jujur itu membuatku lelah, sangat lelah , hingga aku sudah tak sanggup lagi untuk berdiri, dan akhirnya aku menyenderkan tubuhku pada seorang gadis manis bernama Ileven , iya dia sahabatku , dia yang sering menawarkan pundaknya untukku sender , pelukkannya jika aku sudah mulai menteskan air mataku , “ sini , menangislah dalam pelukankku” katanya sambil merangkulku dan mengusap air mataku. Aku hanya bisa menagis  jika sudah seperti ini , tak ada yang bisa ku lakukan selain menangis , mungkin inilah senjata terakhirku jika sudah menghadapi kenyataan. Kenyataan bahwa ketulusankku berujung tangis , aku di tinggalkan, aku pun tak mengerti apa salahku hingga dia pergi dan meninggalkanku sendiri , merapikan cinta yang telah hancur berserakan sendirian. Tak ada kesempatan untukku untuk memperbaiki kesalahan , bahkan tak ada lagi kata maaf untukku. Aku memang gadis bodoh yang membiarkan cintaku pergi , dan di saat dia pergi aku masih mengharapkannya kembali lagi seperti yang dulu. Yang dulu mencintaiku dan menyayangiku setulus hati, tanpa cela. Aku merasakan dia malaikat untukku, tempat berlindung, berkeluh kesah , berbagi cerita , berbagi cada tawa melengkapi hidupku dan sekarang dia pergi , aku serasa tak memiliki nyawa dan bahagia , karena bahagiaku adalah dirinya. Dan bila aku mendapatkan kesempatan lagi untuk menghapuskan kesalahanku, mengulangnya dari angka nol, aku akan berusaha memperbaikinya, berusaha menghapusnya, berusaha menahannya, berusaha agar dia tidak pergi lagi. Aku masih mencintaimu sama seperti pertama kalinya aku menyadari bahwa perasaan cinta ini ada, dan itu untukmu, kasih.
Dari seorang gadis yang mendamba sebuah kebahagiaan.