Coba dengar aku …
Aku , ya aku seorang gadis remaja yang seperti layaknya gadis
remaja yang lain , tidak ada yang menarik dari diriku , dan aku merasa aku
biasa – biasa saja. Tidak berfikir sedikitpun bahwa akan ada yang
menyukaiku bahkan mencintaiku degan tulus. Jauh .. ya itu harapan yang jauh ,
karena menurutku hal itu akan terwujud jika dunia akan menunjukkan
keadilannya padaku, karena selama ini
berkali – kali aku jatuh cinta , berkali – kali juga aku patah hati , cintaku di gantung bebas ,
bertepuk sebelah tangan , atau bahkan cinta yang tak terbalaskan dan di
tinggalkan. Berkali – kali aku jatuh cinta
, berkali – kali juga aku harus mengumpulkan serpihan
hati yang telah hancur ini ke tempat semula. Dan jujur itu membuatku lelah,
sangat lelah , hingga aku sudah tak sanggup lagi untuk berdiri, dan akhirnya
aku menyenderkan tubuhku pada seorang gadis manis bernama Ileven , iya dia
sahabatku , dia yang sering menawarkan pundaknya untukku sender , pelukkannya
jika aku sudah mulai menteskan air mataku , “ sini , menangislah dalam
pelukankku” katanya sambil merangkulku dan mengusap air mataku. Aku hanya bisa
menagis jika sudah seperti ini , tak ada
yang bisa ku lakukan selain menangis , mungkin inilah senjata terakhirku jika
sudah menghadapi kenyataan. Kenyataan bahwa ketulusankku berujung tangis , aku
di tinggalkan, aku pun tak mengerti apa salahku hingga dia pergi dan
meninggalkanku sendiri , merapikan cinta yang telah hancur berserakan
sendirian. Tak ada kesempatan untukku untuk memperbaiki kesalahan , bahkan tak
ada lagi kata maaf untukku. Aku memang gadis bodoh yang membiarkan cintaku
pergi , dan di saat dia pergi aku masih mengharapkannya kembali lagi seperti
yang dulu. Yang dulu mencintaiku dan menyayangiku setulus hati, tanpa cela. Aku
merasakan dia malaikat untukku, tempat berlindung, berkeluh kesah , berbagi
cerita , berbagi cada tawa melengkapi hidupku dan sekarang dia pergi , aku
serasa tak memiliki nyawa dan bahagia , karena bahagiaku adalah dirinya. Dan
bila aku mendapatkan kesempatan lagi untuk menghapuskan kesalahanku,
mengulangnya dari angka nol, aku akan berusaha memperbaikinya, berusaha
menghapusnya, berusaha menahannya, berusaha agar dia tidak pergi lagi. Aku
masih mencintaimu sama seperti pertama kalinya aku menyadari bahwa perasaan
cinta ini ada, dan itu untukmu, kasih.
Dari seorang gadis
yang mendamba sebuah kebahagiaan.
baru bljr blog ya dde?
BalasHapusnice :) very nice :)
BalasHapusaku akhirnya bisa move on juga sekarang :)
ini ceritamu, dan itu juga ceritaku :)
yahh, walau kadang sih masih inget. tapi udah gak separah dulu ^^
makasih ya :)
BalasHapuskita sama" punya cerita yaa, :')
yapp :')
BalasHapus